Monday, September 17, 2018

Maafkan

*MAAFKAN...*

Pada suatu hari, Rasulullah SAW sedang berkumpul dengan para sahabatnya.
Di tengah perbincangan dengan para sahabatnya, tiba-tiba Rasulullah saw. tertawa ringan sampai-sampai terlihat gigi beliau yang putih dan rapih.
Umar r.a. yang berada di di situ, bertanya,  _"Demi engkau, ayah dan ibuku sebagai tebusannya, apa yang membuatmu tertawa, wahai Rasulullah?"_

Rasulullah SAW menjawab,
_"Aku diberitahu bahwa pada hari kiamat nanti, ada dua orang yang duduk bersimpuh sambil menundukkan kepala mereka di hadapan Allah. Salah satunya mengadu kepada Allah sambil berkata, ‘Ya Rabb, ambilkan kebaikan dari orang ini untukku karena dulu ia pernah berbuat zalim kepadaku’._

Allah SWT berfirman, _"Bagaimana mungkin saudaramu ini bisa melakukan itu, karena tidak ada kebaikan di dalam dirinya?"_

Orang itu berkata,  _"Ya Rabb, kalau begitu, biarlah dosa-dosaku dipikul olehnya."_

Sampai di sini, mata Rasulullah SAW berkaca-kaca. Beliau Rasulullah SAW tidak mampu menahan tetesan airmatanya. Beliau menangis...
Lalu, beliau Rasulullah berkata,
_"Hari itu adalah hari yang begitu mencekam, di mana setiap manusia ingin agar ada orang lain yang memikul dosa-dosa nya."_

Rasulullah SAW  melanjutkan kisahnya.

Lalu Allah berfirman kepada orang yang mengadu tadi,
_"Angkat kepalamu..!"_

Orang itu mengangkat kepalanya, lalu ia berkata,
_"Ya Rabb, aku melihat di depanku ada istana2 sangat megah yang terbuat dari emas, dan di dalamnya terdapat singgasana yang terbuat dari emas dan perak bertatahkan berlian, intan dan permata._
_Istana-istana itu untuk Nabi yang mana, ya Rabb?_
_Untuk orang jujur yang mana, ya Rabb?_
_Untuk syuhada yang mana, ya Rabb?’_

Allah berfirman,
_"Istana-istana itu diberikan kepada orang yang mampu membayar harganya."_

Orang itu berkata,
_"Siapakah yang bakal mampu membayar harganya, ya Rabb?"_

Allah berfirman,
_"Engkau juga mampu membayar harganya._

Orang itu terheran-heran, sambil berkata,
_"Dengan cara apa aku membayarnya, ya Rabb?"_

Allah berfirman,
_"Caranya, engkau maafkan saudaramu yang duduk di sebelahmu, yang kau adukan kezalimannya kepada-Ku."_

Orang itu berkata,
_"Ya Rabb, kini aku memaafkannya."_

Allah berfirman,
_"Kalau begitu, pegang tangan saudaramu itu, dan ajak ia masuk surga bersamamu."_

Setelah menceritakan kisah itu, Rasulullah saw. bersabda,
_"Bertakwalah kalian kepada Allah dan hendaknya kalian saling berdamai, sesungguhnya Allah mendamaikan persoalan yang terjadi di antara kaum muslimin."_

(Kisah di atas terdapat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Hakim, dengan sanad yang shahih.)

*******
Pekerjaan hati yg nilainya tinggi di hadapan Allah adalah minta maaf, memberi maaf, dan saling memaafkan.

Semoga lelah hati kita selama ini menjadi manfaat dihari perhitungan nanti....

Saudara-saudariku...
Mari kita saling maaf memaafkan, tanpa harus menunggu Ramadhan atau Idul Fitri...

Teruntuk saudaraku dimana pun berada, kami menyampaikan :
*Mohon Maaf Lahir dan Bathin atas segala salah dan khilaf*

Sebuah renungan menjelang senja

📕  *SEBUAH RENUNGAN* 🕰

*Dulu . . .
Aku sangat KAGUM pada manusia yang :
» Cerdas,
» Kaya,
» Berhasil dalam Karir,
» Hidup sukses,
»  dan Hebat.

*Sekarang ...*
Aku memilih untuk mengganti kriteria kekagumanku.
Aku kagum dengan :

*» Manusia yang selalu bersyukur kepada ALLAH*..

» Sekalipun kadang penampilannya begitu biasa dan sangat bersahaja.

*Dulu ...*
Aku memilih MARAH ketika merasa 'harga diriku' dijatuhkan oleh orang lain yang berlaku kasar kepadaku dan menyakitiku .. .

*Sekarang ...*
Aku memilih untuk
BANYAK BERSABAR & MEMA'AFKAN, karena aku yakin _ada hikmah lain_  yang datang dari mereka ketika aku mampu untuk _mema'afkan & bersabar_

*Dulu ...*
Aku memilih MENGEJAR HARTA DUNIA dan _menumpuknya_ sebisaku....
Ternyata aku sadari keperluanku hanyalah _makan dan minum untuk hari ini_

*Sekarang* ...
Aku memilih untuk *BERSYUKUR & BERSYUKUR* dengan apa yang ada dan memikirkan bagaimana aku bisa _mengisi waktuku_ hari ini dengan apa yang bisa aku lakukan/perbuat dan bermanfa'at untuk sesama . . .

*Dulu ...*
Aku berpikir bahwa aku bisa MEMBAHAGIAKAN
» Orang tua,
» Saudara,
» dan teman-temanku
jika aku berhasil dengan duniaku... Ternyata yang membuat mereka bahagia _bukan itu_ melainkan :
» Ucapan,
» Sikap,
» Tingkah,
» dan Sapa'anku kepada mereka.

*Sekarang ..*
Aku memilih untuk _membuat mereka bahagia_ dengan apa yang ada padaku karena aku ingin ke-manfa'at-an ku ditengah-tengah mereka...

*[Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfa'at buat manusia lainnya]*

*Dulu ...*
Fokus pikiranku adalah membuat RENCANA-RENCANA DAHSYAT untuk duniaku...
ternyata aku menjumpai teman dan saudara-saudaraku begitu cepat menghadap kepada ALLAH...

*Sekarang ...*
yang menjadi 'fokus pikiran' dan 'rencana-rencana' ku adalah bagaimana agar hidupku dapat berkenan di hadapan ALLAH dan sesama jika suatu saat nanti diriku dipanggil oleh ALLAH.

*→ Τak ada yang  dapat menjamin bahwa aku dapat menikmati 'hangatnya matahari esok pagi'*

*→ Τak ada yang  bisa memberikan jaminan kepadaku bahwa aku masih bisa menghirup 'udara besok hari'.*

Jadi apabila 'hari Ini dan esok hari' aku masih hidup, itu adalah karena kehendak ALLAH semata, bukan kehendak siapa-siapa...

_*Renungan ini*_ mengintrospeksi kita agar lebih mawas diri bahwa :
*DULU* aku ini siapa ?
Dan  *SEKARANG* aku mau kemana ?

📠Semoga  bermanfa'at...☎

Renungan sore (Hadist Rwayat al-Bukhari No : 2896)

RENUNGAN SORE:
     
       السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

         Ibnu al-Qayyimal-Jauziah
                       berkata:
          "Saat kau terlelap tidur,
            boleh jadi Pintu Langit
         diketuk oleh puluhan Do'a
              yang memohonkan
              kebaikan untukmu.
                 Do'a itu datang
                 dari orang Faqir
         yang pernah kau tolong,  
                dari orang lapar
           yang kau beri makan,
                dari orang sedih
           yang kau bahagiakan,
                dari orang yang
          berpapasan denganmu
        yang kau beri senyuman,
                atau dari orang
         Yang dihimpit kesulitan
            yang pernah engkau
                    lapangkan.
            Maka jangan pernah
          meremehkan kebajikan
            (walau terlihat kecil)
              untuk selamanya.”
       (Ibnu al-Qayyimal-Jauziah)

                kita dilimpahi
         Pertolongan dan Rizki
      karena ungkapan Syukur
          Terima kasih mereka
         yang pernah kita beri.

Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم  
                  Bersabda:
     هَلْ تُنْصَرُوْنَ وَتُرْزَقُوْنَ إِلاَّ بِضُعَفَائِكُم
       “Bahwasanya kalian
                 mendapat
       Pertolongan dan Rizki
              dengan sebab
        adanya orang lemah
            diantara kalian”
   (Hadist Rwayat al-Bukhari
                 No : 2896)