Friday, March 31, 2017

*KETIKA RUMAH SEPI DARI TAMU*



*KETIKA RUMAH SEPI DARI TAMU*

👉Diriwayatkan ada seorang laki laki yang senang bila rumahnya kedatangan tamu. Namun isterinya kerap menunjukkan sikap sebaliknya.
Setiap kali sang suami kedatangan tamu ke rumahnya, isterinya menunjukkan sikap yang kurang baik. Sehingga si suami mengeluhkan keadaan tersebut kepada Rasulullah saw.

👉Mendengar itu Rasulullah saw bersabda,
_"Katakan kepada isterimu, hari ini Rasulullah saw dan beberapa orang sahabatnya akan bertamu ke rumahmu. Katakan kepada isterimu supaya ia memperhatikan tamu pada saat keluar rumahnya nanti."_

👉Laki-laki itu melakukan apa yang diperintahkan oleh Rasulullah saw.
Pada saat para tamu masuk (datang), ia dan istrinya melihat mereka membawa daging & buah buahan yang banyak, dan pada saat  mereka pulang membawa keluar Ular dan Kalajengking yang begitu banyak.

💐Rasulullah saw bersabda,
_"Kedatangan tamu ke rumah mendatangkan banyak karunia ke dalam rumah yang dikunjungi, dan pada saat pergi mereka membawa keluar berbagai Petaka dirumah tersebut."_

✍ Setelah menyaksikan hal itu, istrinya pun berubah menjadi orang yang suka menerima tamu.

Rasulullah saw bersabda,
_"Sesungguhnya seorang tamu yang datang mengunjungi seseorang, membawa rezeki untuk orang tersebut dari langit. Apabila ia memakan sesuatu, Allah swt akan mengampuni dosa penghuni rumah yang dikunjungi."_

👉Dalam kesempatan lain, Rasulullah saw bersabda,
_"Setiap rumah yang tidak dikunjungi tamu, maka malaikatpun tidak akan mengunjungi rumah tersebut."_

🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻
💐Beruntunglah rumah rumah yang sering kedatangan tamu, maka janganlah mengeluh jika ada orang yang ingin bertamu ke rumahmu.
KHUTBAH JUM'AT HABIB UMAR BIN HAFIDZ ( YAMAN )

Kutipan Khutbah Jum'at al-'Allamah Habib Umar bin Hafidz di Masjid Raudhah 23 Desember 2016 " Dahulu, saat Islam berada di puncak kejayaan, para pembesar Nasrani mengeluh dimimbar-mimbar mereka.

Mereka berteriak menyesali mengapa para pemuda dan pemudi Nasrani berbondong-bondong meniru serta menyerupai Ummat Islam, menjadikan ajaran Islam sebagai Trend center mereka, bahkan mereka ramai-ramai belajar bahasa Arab karena mereka bangga saat berbicara dengan bahasa arab yang menjadi bahasa peradaban saat itu.

Tidak sampai disitu, saat umat Islam menaklukan Persia, masyarakat Persia yang kulitnya putih menjemur diri mereka, agar kulit mereka kecoklat-coklatan sehingga sama seperti Umat Islam yg datangnya dari Arab dan menguasai Persia. Mengapa para pembesar Nasrani saat itu teriak begitu keras menyikapi hal tersebut ? Karena mereka tau, bahwa berkiblat dalam trend dan model lahir dari sebuah kekaguman, dan kekaguman adalah pintu untuk percaya dan berpindah keyakinan.

Namun, sayang seribu sayang, Saat ini KEADAAN SUDAH TERBALIK, para pemuda-pemudi MUSLIMIN berbondong-bondong mengikuti style orang-orang Kuffar, Mereka jadikan orang-orang kuffar sebagai IDOLA. Hati-Hati ! barang siapa yang menyerupai sebuah kaum, maka ia adalah bagian dari kaum tersebut Dan barang siapa yang mencintai sebuah kaum, akan dibangkitkan bersama Mereka "

Sayyid Muhammad Hanif Bin Abdurrahman Alathos

kapan waktunya bicara kapan waktunya diam



*KAPAN KITA BICARA DAN KAPAN KITA DIAM*

Alangkah indahnya *DIAM*
bila *BICARA* dapat menyakiti orang lain ...

Alangkah terhormatnya *DIAM*
bila *BICARA* hanya untuk merendahkan orang lain ...

Alangkah bagusnya *DIAM*
bila *BICARA* bisa mengakibatkan terhinanya orang lain ...

Alangkah cerdiknya *DIAM*
bila *BICARA* dapat menjerumuskan orang lain ...

Alangkah bijaknya *DIAM*
bila *BICARA* hanya untuk merugikan orang lain ...

Maka pertimbangkanlah
Kapan kita *BICARA dan kapan kita DIAM*

Jangan bicara tentang hartamu
di hadapan orang miskin ...
Jangan bicara tentang kesehatanmu
di hadapan orang sakit ...
Jangan bicara tentang kekuatanmu
di hadapan orang lemah ...
Jangan bicara tentang kebahagiaanmu
di hadapan orang yang sedih ...
Jangan bicara tentang kebebasanmu
di hadapan orang yang terpenjara
Jangan bicara tentang anakmu
di hadapan orang yang tidak punya anak

*Seorang yang BIJAK ibarat AIR*
yang selalu tenang dan menyenangkan
Suci dan menyucikan
Sejuk dan menyejukkan
Segar dan menyegarkan
Lembut dan melembutkan

Jadilah seperti *AIR*
yang selalu mencari tempat lebih rendah ...
Bermakna
*(rendah hati, tidak pernah menyombongkan diri, dan tidak pernah merendahkan atau menghina orang lain ... )*

Jadilah seperti *AIR* yang selalu memberi kehidupan bagi apa pun dan siapa pun.
Mari kita ikhtiarkan

Selamat Pagi ,
Semangat berkarya...